Peran Kaum Muda Dalam Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Daerah
Bergulirnya orde reformasi, bukan semata-mata perguliran era dari orde baru ke orde reformasi. Secara substansial, pergeseran ini merupakan pergeseran system sosial politik, dari pusat sampai daerah yang didorong melalui kristalisasi semangat cita kemerdekaan sejati seluruh elemen bangsa.
Akan tetapi yang harus disadari bersama adalah, masih banyak agenda reformasi yang harus terus dipertajam dalam kerangka menerjemahkan semangat reformasi ketataran yang lebih kongkret, yakni terwujudnya peningkatan sumberdaya alam dan manusianya.
Jika diperhatikan, prestasi terkini gerakan reformasi adalah mampu memotong relasi sentralistik birokrasi pemerintahan pusat dalam bentuk diwujudkannya otonomi pemerintahan daerah. Dalam kerangka pergeseran inilah program lanjutan reformasi harus terus dipertajam atau bahkan dirancang ulang guna disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi, khususnya tantangan yang dihadapi oleh daerah.
Dalam konteks Pamekasan, sebagai bagian integral dari etnis Madura, tantangan yang harus segera dijawab secara lebih kongkret selain tantangan otonomi daerah adalah tantangan industrialisasi sebagai sebuah fakta sejarah yang harus di sikapi secara bijak. Merunut pada perkembangan wacana industrialisasi yang telah lama bergulir di Madura, semuanya mengarah pada satu kata sepakat untuk segera memperbaiki aspek sumber daya manusia dan mengembangkan aspek sumber daya alam yang dimiliki.
Dalam hal ini, sebenarnya tidak sedikit sumberdaya manusia (recourses) yang dimiliki oleh etnis Madura khususnya Pamekasan. Tinggal langkah selanjutnya adalah bagaimana mempersatukannya dalam agenda gerak serentak pemberdayaan (baik yang ada diluar daerah ataupun dipamekasan sendiri, dalam hal ini peran Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) di harapkan mampu menjadi motivator atau bahkan katalisator antar sumberdaya manusia
yang dimiliki untuk menjadikan seluruh masyarakat Madura, khususnya Pamekasan bisa lebih berkemampuan dalam menghadapi beratnya tantangan industrialisasi.
Dalam hal ini, kita, sebagai masyarakat hanya dihadapkan pada dua pilihan: menjadi tumbal logika ekonomistik indutrialisasi dalam “bentuk pemburuhan” massal masyarakat, atau menjadikan kita sebagai sebuah masyarakat sebagai bagian integral dari kekuatan produktif industri dalam bentuk partisipasi produksi. Diaksentuasikannya “kuasa kata” masyarakat karena prestasi kesejarahan sebuah bangsa harus diukur dari tingkat kesejahteran sosial masyarakat luas, dan bukan sekedar kesejahteraan elit-elit tertentu sebagaimana yang terjadi dimasa penjajahan, dimana hanya kalangan penjilat pribumi yang bisa meningkatkan tingkat kesejahteraannya.
Dus, Pemuda dan mahasiswa Pamekasan sebagai bagian integral dari sumberdaya Pamekasan, berkait diantara regulasi sosial yang terus berkembang begitu pesatnya, berinisiatif untuk terus berpartisipasi dalam gerak serentak integrasi seluruh elemen sumberdaya Pamekasan melalui penguatan internal, penajaman cita, penerjemahan agenda pemberdayaan kearah yang lebih kongkret dikalangan mahasiswa dalam bentuk pengadaan media








0 komentar